Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling

Portal-Statistik | Selamat Sore sahabat blogger, sudah lama juga rasanya selama seminggu ini tidak pernah posting dan berbagi kepada kawan-kawan semua, dikarenakan banyak sekali kegiatan dan kesibukan lain hehe... (gak ada hubungannya sebenarnya). Sore ini saya ingin berbagi sedikit materi teknik sampling yang kebetulan kemarin saat belajar tentang teknik sampling saya mendapatkan materi Purposive, Accidental dan Stratified random sampling untuk di presentasikan, tapi yang baru sempat saya bagikan adalah Teknik sampling berstrata atau Stratified random sampling.

Purposive Sampling?
Istilah purposive sering diterjemahkan bertujuan, karena purpose artinya maksud atau tujuan; jadi purposive sampling diartikan sebagai pengambilan sampel secara bertujuan. Ini benar, tapi tidak betul. Beberapa definisi sering menyebutnya sebagai pengambilan sampel “with purpose in mind” (dengan tujuan atau maksud tertentu di hati). Tetapi tujuan tersebut tidak jelas (tujuan apa?). Itu makanya disebut benar tapi tidak betul, karena tak jelas. :D

Kalau membuka kamus (buka kamus yang “besar” semisal Oxford Advances Learner’s Dictionary), akan ditemukan bahwa memang salah satu arti purpose adalah tujuan. Tapi tentu dalam hal ini bukan itu yang dimaksud, karena tidak ada pengambilan sampel yang tidak punya tujuan, apalagi menelitinya. Jika dibaca lebih cermat kamus tersebut, maka akan ditemukan arti lain dari purpose, antara lain kesengajaan (“intention”), tidak sekedar secara kebetulan (“accidental“); juga berarti alasan (“reason“) tertentu; dan juga tuntutan keadaan tertentu (the requirements of a particular situation) atau, jelasnya, menurut persyaratan tertentu.

Jadi, dapatlah dikatakan bahwa purposive sampling adalah pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan. Dalam bahasa sederhana purposive sampling itu dapat dikatakan sebagai secara sengaja mengambil sampel tertentu (jika orang maka berarti orang-orang tertentu) sesuai persyaratan (sifat-sifat, karakteristik, ciri, kriteria) sampel (jangan lupa yang mencerminkan populasinya).

Purposive sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam penelitian. Secara bahasa, kata purposive berarti = sengaja. Jadi, kalau sederhana nya, purposive sampling berarti teknik pengambilan sampel secara sengaja. Maksudnya, peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu. Jadi, sampel diambil tidak secara acak, tapi ditentukan sendiri oleh peneliti.

Purposive sampling  juga disebut judgmental sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan “penilaian” (judgment) peneliti mengenai siapa-siapa saja yang pantas (memenuhi persyaratan) untuk dijadikan sampel. Oleh karenanya agar tidak sangat subjektif, peneliti harus punya latar belakang pengetahuan tertentu mengenai sampel dimaksud (tentu juga populasinya) agar benar-benar bisa mendapatkan sampel yang sesuai dengan persyaratan atau tujuan penelitian (memperoleh data yang akurat).

Alasan menggunakan purposive sampling?
Seringkali banyak batasan yang menghalangi peneliti mengambil sampel secara random (acak). Sehingga kalau menggunakan random sampling (sampel acak), akan menyulitkan peneliti. Dengan menggunakan purposive sampling, diharapkan kriteria sampel yang diperoleh benar-benar sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.

Syarat-syarat menentukan sampel pada purposive sampling
  • Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan
  • Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat- sifat, atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi
  • Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi
Kelebihan Metode Purposive Sampling?
  • Sampel ini dipilih sedemikian rupa, sehingga relevan dengan desain penelitian
  • Cara ini relatif mudah dan murah untuk dilaksanakan
  • Sampel yang dipilih adalah individu yang menurut pertimbangan penelitian dapat didekati
Kekurangan Metode Purposive Sampling?
  • Tidak ada jaminan sepenuhnya bahwa sempel itu representatif seperti halnya dengan sampel acakan atau random
  • Setiap sampling yang acakan atau random yang tidak memberikan kesempatan yang sama untuk dipilih kepada semua anggota populasi 
  • Tidak dapat dipakai penggolongan statistik guna mengambil kesimpulan

Cara memilih sampel dengan menggunakan purposive sampling ?
Memilih sampel berdasarkan purposive sampling tergantung kriteria apa yang digunakan. Jadi ditentukan dulu apa kriteria-kriteria sampel yang diambil. Misalnya di suatu kelas, peneliti mau melihat gambaran prestasi siswa yang mengikuti kegiatan osis, berarti sampel tidak bisa secara acak karena tidak setiap siswa di kelas tersebut merupakan anggota osis. Siswa yang diambil sebagai sampel tersebut haruslah ditentukan sendiri oleh peneliti dan ada kriterianya, dalam hal ini yaitu : siswa tersebut merupakan anggota osis.

Misalnya yang diperlukan sebagai sampel adalah “perempuan pengguna sepeda motor tipe laki-laki (bukan bebek dan sejenisnya)” karena yang sedang dicari (jadi, populasinya) adalah perempuan-perempuan pengguna sepeda motor tipe laki-laki. Hati-hati, populasinya bukan semua pengguna sepeda motor, sepeda motor jenis atau tipe apapun. Hati-hati pula, bukan “pengguna motor: kasus perempuan pengguna motor laki-laki.” Juga hati-hati: bukan pengguna sepeda motor laki-laki: kasus perempuan. Populasinya semua perempuan pengguna sepeda motor laki-laki (artinya, atau definisi operasionlanya: perempuan yangselalu atau sering kali jika bepergian menggunakan sepeda motor jenis itu, apapun yang menjadi latar belakangnya).


Jadi purposive sampling itu kita sang peneliti turun langsung ke tkp menuju langsung ke “tempat” (area, wilayah, lokasi) tertentu yang banyak anggota populasi dimaksud berada.
Jadi, KE…….JAR terus di mana pun sampel berada!




Berapa banyak sampel yang akan diambil dalam Purposive Sampling ? ? ?
Sebanyak yang dianggap cukup memadai untuk memperoleh data penelitian yang mencerminkan (representatif) keadaan populasi. 
Maksudnya, data dari sampel purposif tersebut dianggap sudah bisa menggambarkan (menjawab) apa yang menjadi tujuan dan permasalahan penelitian. Tentu tidak bagus kalu cuma satu dua orang. Sebanyak mungkin jauh lebih baik.  Angka pasti ? Tidak ada.

Untuk Contoh kasus lebih lanjutnya silahkan baca juga tentang contoh kasus teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling.

Demikian, Semoga dapat berguna bagi teman-teman semua.
Selamat Beraktifitas kembali.
Have FUN.
34 Komentar untuk "Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling"

nice info gan,,, numpang copas buat pertimbangan..!!! tks

Thanks bang, artikelnya bermanfaat :)

sama-sama... semoga yg dikrjakan lancar.. :D

kalo criterian based selection maksudnya apa bang?

pemilihan atau penyeleksian berdasarkan kriteria tertentu

good info gan,jazakallah khairan katsiran

mau nanya mas, perbedaan purposive sampling sama snowball gmana ya? kan kita mencari datanya tu dari pihak satu ke pihak lain, maksudnya seandainya yang satu kurang puas, kan kita nannya kepakar yang lain, sedngkan dengan snowbal bgtu juga.. mhon infonya mas.. Trims

purposive itu kita dengan sengaja mendatangi sampel sesuai kriteria yang kita inginkan sampai apa yang diinginkan bisa terjawab seperti penjelasana diatas.
sedangkan untuk snowball, analoginya seperti orang yang bermain bola salju, biasanya digunakan untuk mencari sampel yang sulit untuk didapatkan, misalnya sampelnya adalah pecandu nar**ba, untuk mencari orang ini kan sulit, jadi untuk mencari sampel yg lain kita menanyakan org tersebut teman2nya, dan begitu seterusnya,

hm... penjelasan dan tulisannya cukup bagus sangat cepat dimengerti makasih infonya mas :D

purposive sample apakah bisa untuk penelitian kuantitatif

This comment has been removed by the author. - Hapus

Alhamdulillah sangat membantu mas. Ini asa daftar pustakanya ga mas? Syukron.

Ka jd sebenarnya dgn mtode purposive sampling kita perlu tidak mngetahui jumlah populasi di tmpt pnlitian tsb/ pd objek pnlitian tsb?

Ka jd sebenarnya dgn mtode purposive sampling kita perlu tidak mngetahui jumlah populasi di tmpt pnlitian tsb/ pd objek pnlitian tsb?

Infonya Top markotop...

Izin copas....

untuk two way anova apa boleh menggunakan purposive sampling?
terima kasih

Bang,,,saya ada sebuah pertanyaan, untuk menentukan sampel saya menggunakan purposive sampling, sedangkan untuk membentuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol saya menggunakan metode matching dengan ordinal pairing...
kemudian ada pertanyaan dari dosen saya yaitu "kenapa anda tidak melakukan random? padahal itu tuntutan utama pada penelitian eksperimen"
bagaimana saya menjawabnya bang??? terimakasih

Gan mau nanya, cara menghilangkan tulisan "powered by blogger" di header bagaimana ya. Kebetulan temah saya sama dengan blog ini dan saya lihat agan dapat menghilangkannya.

salam kenal gan!

Selamat malam gan, saya mau tanya.
Skipsi saya tentang korelasi, kuantitatif.
subjek penelitian saya ada 7 kelas terdiri dari 4 jurusan yang berbeda setiap kelas dan +- 200siswa total, cocok nya saya menggunakan metode sample yang mana ya?

saya melalukan penelitian mengenai sebuah pengaruh program mancing mania terhadap minat masyarakat utk memancing dan saya melakukan kuesioner awal utk dpt data sampelnya , populasinya 101 dan yg suka mancing ada 60 . bisa pakai purposive samping kan walaupun saya kuantitatif??

Setelah di baca, sudah ada bayanganlah! Nice...

terimakasih banyak atas informasinya...

apa dalam menggunakan metode purposive sampling ada cara menentukan jumlah sampelnya ?

jika jumlahnya tidak seragam
misalnya pada tingkat laktasi 1 2 3, jumlah sampelnya tidak seragam bagaimana?

mohon jawawabannya. terimakasih.

Lengkap, jelas dan mudah dipahami untuk awam. Thank's a lot

Tanya donk masta
Kalau purpose ini ngambil sampel yang sesuai usia yg diingin kan, apakah dinamakan purposive sampling?

Thx masta...

Tanya donk masta
Kalau purpose ini ngambil sampel yang sesuai usia yg diingin kan, apakah dinamakan purposive sampling?

Thx masta...

Silahkan tinggalkan komentar, kritik, maupun saran dari sobat blogger tentang apa yang sobat rasakan setelah mengunjungi blog ini.

Back To Top