Cerita lucu dibalik kata statistik, humor untuk anak statistik

Portal Statistik | Humor Statistik atau cerita lucu statistik terkadang dapat membuat kita menikmati hidup dengan nyaman, rilex maupun puas, meskipun dengan hanya sekedar membaca kata-kata yang tidak masuk akal, hahaha, saya jadi kepengen ketawa sendiri juga :D
Kembali dengan kata humor atau cerita lucu statistik, yang sering menimbulkan tawa karena salah satu pihak yang berbicara tidak mengerti tentang statistik. Humor statistik atau cerita lucu statistik ini diambil dari berbagai macam sumber termasuk dari website konsultanstatistik. Cerita-cerita statistik dibawah ini menjadi rekomendasi saya untuk teman-teman jurusan statistik untuk dibaca dan mendapatkan sedikit hiburan. Selain cerita dibawah ini anda juga dapat membaca tentang Pekerjaan masa depan adalah Ahli Statistik dan Statistik Sebagai Ilmu, Teknologi, dan Seni

Semoga anda semua terhibur. Selamat Membaca..!

  • Regresi

Klik gambar untuk memperbesar
cowok: Coba deh kamu lihat Sig di output SPSS
cewek: Waahh modelnya cocok.. diterima!
cowok: Karena output itu adalah regresi hatiku kepadamu ..
#Eaaa


  • Biaya Olah Data
Suatu saat, seorang yang memerlukan layanan jasa olah data statistik data ke sebuah lembaga yang memberikan layanan tersebut. Dia ditemui oleh seorang yang kelihatan pintar dan terjadilah percakapan ini:
"Berapa biaya yang diperlukan untuk jasa analisis data seperti ini?" tanyanya kepada si analis data.
"Hmm, kira-kira sekitar Rp. 3 juta." jawab si analis.
"Ah, mahal sekali", sahutnya, "untuk analisis seperti ini, lembaga XXX hanya sekitar Rp. 500rb!" jawab orang itu tadi sambil menyebutkan perusahaan lain yang sejenis.
Si analis data tenag-tenang saja dan balik bertanya:
"Lalu mengapa Anda tidak mengolahkan data di sana saja?"
"Di sana sedang penuh!" sergahnya. Orang tadi merasa menang dan berharap biaya olah datanya dapat diturunkan. Si analis data dengan tenang berkata:
"Di sini, kalau sedang penuh, harganya hanya Rp. 10 rb!!"

*&;*&;!@#^$&;%^&;&;$^#&;^$!!@@@#@#

  • Alasan Kuliah Jurusan Statistik
Alkisah, dua orang sahabat yang baru saja lulus SMA berbincang tentang jurusan yang akan dipilih di Perguruan Tinggi. Anak yang satu berkata," Aku pengin kuliah di Kedokteran, ntar kalau sudah jadi dokter, pasti aku kaya!"
"Ah, kalau aku mau kuliah di jurusan Statistik saja!", sahut teman yang satunya.
"Lho kenapa? Kenapa tidak kuliah di Teknik atau Akuntansi saja?" tanya anak yang pertama.
"Kata orang, dengan statistik, kita bisa menyelesaikan setengah dari permasalahan hidup kita! Percuma kaya raya tapi kalau hidup banyak masalah", jawabnya.
"Tapi kan masih ada setengah masalah hidup yang lain!" sergah anak yang ingin jadi dokter.
"Gampang," sahut anak tersebut," Aku mau kuliah sampai S2, jadi semua masalah hidupku bisa terselesaikan!"

  • Surga dan Statistikawan
Alkisah, Sang Penjaga Surga sudah mulai lelah dan letih dalam meneliti dan menentukan siapa yang harus masuk surga dan siapa yang masuk neraka. Beberapa penghuni surga yang prihatin dengan hal tersebut menyarankan untuk menggunakan teknik-teknik statistik untuk memudahkan pekerjaan, mengingat penduduk dunia yang sudah mencapai milyaran.

Sang Penjaga surga setuju dengan usulan itu dan berniat menggunakan teknik statistik untuk memudahkan pekerjaannya. Akan tetapi, hari demi hari, bulan demi bulan, niat itu tidak terlaksana juga.
Alih-alih, rupanya Sang Penjaga surga tidak menemukan adanya ahli statistik yang menghuni surga!!!

  • Statistik bikin tua?
Seorang eksekutif muda yang mempunyai permasalahan statistik, menemui sebuah biro yang membantu permasalahan statistik. Dia ditemui oleh seorang pria yang wajahnya sudah relatif tua, rambut putih dan kerut-kerut wajahnya menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak muda lagi.

Setelah mengutarakan keperluannya, statistikawan 'tua' tersebut segera memahami dan bersedia membantu eksekutif muda tersebut. Meskipun relatif tua, tapi statistikawan tersebut masih tahan memandangi komputer dengan sederetan angka yang rumit.

"Hmm..hebat juga orang tua ini?!" gumam Si eksekutif muda tersebut.
Akhirnya permasalahan selesai dengan baik. Si eksekutif muda mengucapkan terima kasih, dan mulai berbicara santai
"Wah, Anda ternyata hebat juga. Masih tahan melakukan pekerjaan yang cukup melelahkan mata dan pikiran", kata Si Eksekutif muda.
"Ah, biasa saja Pak", sahut si statistikawan merendah.
"Ngomong-ngomong, berapa usia Anda?", tanya Eksekutif muda.
"Tahun ini 29 tahun Pak!" jawab statistikawan santai.
Eksekutif muda: (dalam hati) makanya jangan keseringan melototin angka *&*&!@#^$&%^&&$^#&^$ cepet tua tuh.......

  • Anda Bukan Statistikawan
Suatu saat, seorang eksekutif yang mempunyai ratusan perusahaan datang kepada seorang ahli statistik dengan membawa setumpuk data untuk dianalisis dan mengambil keputusan. Si ahli statistik menerima tumpukan kertas tersebut, masuk ke dalam suatu ruangan, lalu keluar sambil membawah hasil. Eksekutif tersebut terheran-heran dan bertanya.
"Bagaimana Anda bisa melakukan hal tersebut?"
"Maaf, kami tidak bisa memberitahukannya, karena Anda bukan seorang statistikawan!" jawabnya.

Beberapa lama kemudian, eksekutif datang lagi dengan permasalahan yang sama dan mendapatkan jawaban yang tepat untuk keputusannya. Karena penasaran, dia bertanya bagaimana melakukan hal tersebut, dan mendapatkan jawaban yang sama pula, yaitu bahwa dirinya bukan seorang statistikawan.

Akhirnya eksekutif tersebut bertanya bagaimana caranya menjadi seorang statistikawan. Dia mendapatkan jawaban,
"Statistik bekerja dengan angka-angka yang banyak, jadi sebelum menjadi statistikawan hitunglah rumput di halaman itu dan sampaikan hasilnya kepada saya".

Karena saking penasarannya, sang eksekutif menghitung jumlah rumput di halaman sampai berbulan-bulan sehingga akhirnya mendapatkan angka yang tepat seperti yang diharapkan oleh statistikawan tersebut.
"Baiklah, Anda telah berhasil melewati ujian, sekarang silahkan masuk ruangan saya untuk melihat bagaimana caranya kami melakukan analisi!"

Statistikawan mengajak eksekutif masuk ke ruangan, dan...ternyata ruangan itu benar-benar membuat eksekutif terheran-heran dan takjub luar biasa.
Namun, maaf, ceritanya sampai di sini saja, karena Anda BUKAN STATISTIKAWAN!!!!

  • Probabilitas Cerai
Suatu saat, seorang wanita pakar statistik pulang ke rumah dan mendapati suaminya sedang berdua dengan wanita lain di tempat tidur.
"Astaga! Tak kusangka Kau berbuat seperti ini", katanya kepada suaminya, "99% istri pasti akan meminta cerai melihat hal ini!"
"Tunggu dulu istriku", sahut suaminya yang juga pakar statistik, "Dengarkan dulu penjelasanku!"
"Wanita itu kudapati terkapar di jalan, sendirian dalam kondisi yang menyedihkan. Aku kasihan, lalu aku bahwa pulang. Aku rawat dia. Aku berikan pakaian yang kemungkinannya hanya 5% kamu pakai. Juga sepatu yang hanya 5% kemungkinannya kamu pakai. Ku beri dia makanan yang tingkat kesukaanmu hanya 5%"
Si suami terus menjelaskan bahwa apa yang dia berikan adalah segala sesuatu yang tidak signifikan, karena kurang dari 5% dipergunakan oleh istrinya.
"Oke!" cetus istrinya, "Lalu?"
"Ya begitulah", sambung suaminya, "Ketika aku antar wanita itu sampai ke pintu keluar, dia bertanya lagi kepadaku, apa lagi yang kemungkinan dipergunakan oleh istrimu di bawah 5%?"

  • Solusi Kepadatan Penumpang Kereta Api
Alkisah, sebuah perusahaan transportasi kereta api yang melayani sebuah rute yang padat ingin menghitung jumlah kepadatan penumpang dan selanjutnya akan mencari solusi untuk mengatasi kepadatan penumpang kereta api tersebut. Pihak manajemen menghubungi sebuah biro statistik yang mampu melakukan perhitungan jumlah penumpang secara cepat berdasarkan kaidah-kaidah statistik.

Ketika manajemen kereta api menemui pihak biro konsultan statistik, maka si ahli statistik bahkan juga menawarkan solusi untuk mengatasi keluhan para penumpang tentang layanan kereta api tersebut. Pihak manajemen kereta api setuju dengan membayar sejumlah biaya tertentu, dan mengikuti arahan dari biro statistik yang bergerak secara rahasia.

Secara mengejutkan, pihak biro tersebut menyuruh manajemen untuk merusak salah satu jalur utama kereta api tersebut. Meskipun bingung mereka tetap melakukannya secara rahasia. Esoknya terjadi kehebohan yang luar biasa dari para penumpang kereta api, karena jalurnya rusak, sehingga keberangkatan hanya dilakukan sepertiga dari biasanya. Para penumpang beberapa mengambil jalur lain yang lebih lama atau lebih mahal, sebagian lagi nekat naik di atas gerbong kereta api. Berikutnya, pihak biro menyuruh manajemen kereta api menggunakan jasa keamanan untuk melarang penumpang naik di gerbong.

Penumpang banyak yang protes akan tetapi tidak berdaya karena mereka tetap harus bekerja dan menggunakan jalur transportasi yang lain.

Setelah beberapa minggu, perbaikan jalur selesai setelah mengalami beberapa kali penundaan. Ketika jalur sudah selesai 100%, maka jadwal keberangkatan kembali seperti sedia kala, dan para penumpang juga menggunakannya seperti dulu sebelum ada kerusakan jalur.
Perbedaannya adalah, bahwa tidak ada lagi keluhan dan para penumpang merasa sangat nyaman!!!!

  • Survey tentang Perceraian
Sebuah survey menunjukkan bahwa pernikahan tanpa didasari cinta cenderung gagal, karena mana mungkin sanggup hidup bertahun2 dengan orang yang tidak dicintai.

Survey lain menunjukkan bahwa pernikahan yang didasari cinta cenderung gagal. Mengapa? Karena cinta sering membutakan mata dan logika dalam mengambil keputusan.

  • Dokter Jiwa dan Non Parametrik
Para ahli statistik mengusulkan agar para dokter spesialis jiwa diberikan mata kuliah statistik non parametrik tingkat lanjut. Menurut mereka, dokter spesialis penyakit jiwa harus menguasai dengan baik statistik non parametrik, karena bekerja dengan subjek yang tidak normal.

  • Dilema Mahasiswa
Seorang mahasiswa dipanggil seorang dosen statistik karena tidak pernah mengikuti mata kuliahnya. Sang dosen berusaha untuk bersikap sabar dan dengan nada ramah menanyakan alasan mahasiswa tersebut.
Mahasiswa: Saya tidak masuk karena materi dan gaya penyampaian Bapak membosankan, sehingga membuat saya mengantuk.
Dosen: (berusaha untuk tetap sabar). Lalu mengapa Saudara tidak datang dan tidur saja? Sekedar memenuhi persyaratan kehadiran.
Mahasiswa: Suara Bapak sangat keras, sehingga membuat saya tidak bisa tidur!
Dosen: !@#$%$##@!@#$%&

  • Hasil Analisis Kondisi Indonesia
Beberapa pakar statistik dari dalam dan luar negeri bekerja sama untuk melakukan penelitian di Indonesia tentang korelasi dan pengaruh berbagai atribut di Indonesia. Hasilnya agak mencengangkan seperti ini:
  1. Tidak terdapat korelasi antara vonis hukuman dengan besarnya kerugian dalam suatu kasus pidana. Banyak kasus pidana dengan jumlah relatif kecil mendapatkan vonis yang sama dengan kasus pidana yang lebih besar, bahkan ada yang vonisnya lebih tinggi. Argumennya adalah bahwa hukum adalah cenderung ke kualitatif, bukan kuantitatif.
  2. Terdapat korelasi positif antara waktu proses hukum dengan besarnya nilai yang diperkarakan. Artinya, semakin besar kasus korupsi yang diperkarakan, maka semakin lama proses hukum yang berlangsung. Argumennya adalah bahwa semakin besar nilai uang yang diperkarakan maka semakin rumit juga pembuktiannya sehingga memerlukan proses hukum yang lebih panjang.
  3. Terdapat korelasi negatif antara tingkat intelektualitas dengan tingginya jabatan publik. Berarti semakin tinggi jabatan publik seseorang, baik di pemerintahan atau di partai, maka semakin rendah intelektualitasnya. Bahkan, para ahli kesulitan menemukan otak sebagai sumber intelektualitas pada para pucuk pimpinan. Argumennya adalah bahwa semakin tinggi jabatan publik, maka semakin tinggi dedikasi kepada rakyat, sehingga tidak memperhatikan kondisi dirinya, termasuk otaknya.
  4. Terdapat korelasi positif antara kualitas toilet dengan kinerja. Semakin tinggi atau baik kualitas toilet, maka semakin tinggi pula kinerja seorang pejabat. Argumennya adalah bahwa output kinerja mereka sama persis dengan output mereka waktu di toilet.

  • Otak Koruptor
Alkisah, dirancang suatu penelitian tentang perilaku korupsi di Indonesia, terkait dengan perilaku dan kecerdasan otak dari para koruptor. Teori telah disusun dengan baik, dan tibalah saatnya pengambilan data primer oleh para statistikawan. Alih-alih, mereka kesulitan untuk mencari data tentang kecerdasan otak dari para koruptor. Mengapa? Karena ternyata para koruptor itu TIDAK PUNYA OTAK!!!

  • Tiga Sifat Statistikawan
Konon hanya ada tiga sifat yang dipunyai oleh seorang statistikawan. Malangnya, setiap statistikawan hanya dapat memiliki dua dari sifat tersebut. Tiga sifat tersebut adalah cerdas, jujur dan taat pada penguasa.

Jika seorang statistikawan jujur dan taat pada penguasa, biasanya tidak cerdas.
Jika seorang statistikawan jujur dan cerdas, biasanya tidak taat penguasa.
Dan jika seorang statistikawan cerdas dan taat pada penguasa, biasanya tidak jujur


  • ANOVA
Suatu saat, seorang statistikawan junior bertanya kepada rekannya yang sudah lebih berpengalaman dalam hal statistik tentang cara mencari perbedaan rata-rata dari beberapa kelompok.
"Kamu dapat menggunakan Uji ANOVA", jawab rekannya.
"Lho tapikan ANOVA menguji varians, sedangkan yang saya cari adalah perbedaan rata-rata?" tanya si junior.
"Memang betul, tapi dengan mengetahui perbedaan varians terbesar dan terkecil kita dapat memberikan adjustment tentang perbedaan rata-rata yang kamu cari tersebut!"
"Wah, rupanya anda belum paham permasalahan saya", sahut si junior yang membuat rekannya naik pitam.
"Baiklah", sergah sang senior, "Silahkan cari saja perbedaan rata-ratanya. Lalu tempelkan perbedaan rata-rata itu di jidatmu!"

(Rata-ratanya tentulah berbeda, akan tetapi apakah perbedaan itu signifikan secara statistik atau tidak, itu yang menjadi permasalahan)

  • Sampel Belum Cukup
Suatu saat di republik tercinta terjadi kasus meninggalnya rakyat jelata karena menderita kelaparan. Spontan terjadi kekacauan di media massa, apalagi tidak lama kemudian terungkap kejadian serupa di berbagai belahan negara. Presiden merasa perlu turun tangan dengan memanggil instansi terkait untuk menganalisis penyebab kejadian tersebut secepatnya.
Waktu berlalu, ternyata kejadian itu semakin banyak terungkap di publik. Sementara itu, laporan perkembangan kasus dari instansi terkait tidak kunjung juga selesai. Sang Presiden sudah mulai gerah dan memanggil segenap instansi terkait.
"Bagaimana ini, laporan belum kunjung juga selesai. Apakah harus menunggu kejadian ini terulang terus menerus???" sergah Presiden.
Salah satu bawahannya berkata,
"Betul Pak, kami merencanakan untuk melakukan analisis parametrik, jadi kami menunggu agar sampelnya terpenuhi. Ya minimal 30-lah!"

  • Statistik Narapidana
Seorang peneliti baru saja merilis suatu hasil penelitian tentang intelejensi para koruptor di Indonesia. Salah satu hasil kesimpulan penelitian tersebut adalah bahwa rata-rata intelejensi para koruptor tersebut adalah rendah, sehingga mereka terjerumus untuk melakukan tidak tercela tersebut. Dalam satu seminar seorang peserta bertanya,
"Dari mana Anda mendapatkan subjek untuk diteliti?"
"Dari penjara!" jawab sang peneliti mantap.
"Ya jelas saja", sambung penanya, "koruptor yang cerdas dengan intelejensi tinggi tentunya tidak tertangkap!"

  • Statistik Kecelakaan
Seorang mahasiswa statistik selalu mengendarai mobil dengan kecepatan sangat tinggi ketika melewati sebuah perempatan jalan. Temannya bertanya:
"Hei, mengapa kamu selalu ngebut kalo lewat perempatan situ?"
Jawabnya:
"Heh...loh tau kagak. Statistik kecelakaan di perempatan itu tinggi sekali. Paling tinggi di seluruh kota ini. Makanya gua kagak mau lama2 di situ!!

  • Rata-rata dan Standar Deviasi
Alkisah, Si Roy yang berusia 19 tahun diajak ke sebuah pesta oleh temannya, Budi. Menurut Budi, pesta itu akan didatangi oleh cewek-cewek yang rata-rata berusia 17 tahun. Wuih, Roy sangat bersemangat dengan harapan mendapatkan kenalan banyak cewek, siapa tahu ada yang cocok untuk dijadikan pacar.
Pada hari yang telah ditentukan, Roy yang datang dengan berdandan abis-abisan ternyata kecewa berat dengan tamu yang datang ke pesta itu. Ternyata yang datang adalah ibu-ibu dengan anaknya masing-masing yang masih kecil. Spontan Roy protes berat ke Budi temanya. Si Budi dengan enteng menjawab:
"Eh tahu gak. dari 3 ibu-ibu tersebut, semuanya berusia 30 tahun dan anaknya berusia 4 tahun. Jadi kalau dihitung rata-ratanya adalah ((3 x 30) + (3 x 4))/6 =  (90+12)/6 = 17 tahun."
Dari cerita tersebut, Budi tidaklah salah.
Di sinilah letak konsep standar deviasi yang sangat penting diletakkan bersama-sama dengan nilai rata-rata
So, adalah penting untuk menyertakan nilai standar deviasi pada nilai rata-rata agar interpretasi tidak menyesatkan.

  • Cerita tentang Variabel Kontrol
Seorang ahli statistik wanita baru saja melahirkan anak kembar dua. Sang suami masuk ke ruangan bersalin dan bersyukur atas anugerah itu dan berkata:
"Kita beruntung mendapatkan dua anak sekaligus. Kita berdua akan mendidik keduanya dengan sebaik-baiknya".
"Jangan", jawab sang istri buru-buru, "kita didik salah satu saja dan yang satunya kita jadikan sebagai variabel kontrol.

  • Cerita tentang Sampel
Tiga orang profesor, satu profesor fisika, satu profesor kimia dan satu orang profesor statistik terjebak dalam sebuah kebakaran di sebuah gedung. Dalam kondisi yang panik, profesor fisika berkata:
"Aku tahu apa yang harus kita lakukan. Kita harus mendinginkan material yang sedang terbakar sampai di bawah titik bakarnya. Dengan demikian, materi tersebut menjadi tidak terbakar dan kita selamat"
"Tidak," kata profesor kimia,"yang paling tepat kita lakukan adalah menghalangi suplay oksigen ke dalam api, sehingga api tersebut akan kehabisan energi untuk terbakar dan kita akan selamat."
Ketika dua orang profesor tersebut sibuk berdebat tentang hal itu, profesor statistik sibuk berpindah tempat dari satu titik api ke titik api yang lain. Kedua profesor yang lain bertanya:
"Apa yang sedang kamu lakukan? Itu sangat berbahaya!"
Profesor statistik menjawab:
"Saya sedang mencari sampel yang layak untuk dianalisis dan menentukan solusi yang tepat untuk menyelamatkan kita berdasarkan data yang ada!"

  • Cerita tentang Sampling
Suatu saat, seorang politisi dari sebuah partai mengkritisi hasil survey sebuah lembaga survey yang mengatakan bahwa tingkat kepuasan terhadap pemerintahan telah turun menjadi di bawah 50% saja. Kata politisi tersebut, "Adalah sangat tidak masuk akal, menggunakan pendapat dari sekian ribu orang saja, tapi dianggap mewakili sekian ratus juta orang!".

Pihak lembaga survey mencoba menerangkan tentang teknik pengambilan sampling, dari random sampling, non random sampling, bahkan sampai teori tentang central limit. Akan tetapi politisi tersebut tetap menolak, katanya, "Anda terlalu banyak berteori, tapi tidak sesuai dengan fakta. Kebenaran hasil survey itu masih sangat diragukan karena hanya menggunakan pendapat dari sekian ribu orang saja. Penduduk di Indonesia adalah ratusan juga!" Peneliti masih bersabar dengan mencoba menerangkan kembali, mengulang teori tentang proportioned sampling, stratified sampling, snow ball sampling dan berbagai teori yang lain. Karena politisi tersebut masih ngotot, maka peneliti tadi berkata,

"Baiklah Pak, suatu saat, ketika Anda sakit dan memerlukan test darah, tolong bilang kepada petugasnya untuk MENGAMBIL SEMUA DARAH ANDA!"

  • Otak Statistikawan
Seorang kanibal ingin makan otak dan menanyakan menu otak kepada pelayan. Dengan sigap, pelayan restoran menjawab;
"Otak statistikawan Rp. 10 ribu, otak pengacara Rp. 20 ribu, otak politikus Rp. 30 ribu dan otak pengacara yang juga politikus Rp. 40 ribu".
Sang kanibal mengernyitkan dahi, dan bertanya,
"Mengapa harganya seperti itu? Apakah berdasarkan kualitas?"
"Tidak", jawab pelayan restoran segera, "itu berdasarkan kemampuan menghasilkan uang!"

  • Pengemis dan Statistikawan
Seorang pengemis memohon sedekah kepada seorang ahli statistik yang setiap hari terbiasa bergelut dengan angka-angka.
"Kasihani saya pak", isak pengemis, "sudah tiga hari saya belum makan!"
"Hmm...", jawab statistikawan, "lalu bagaimana perbandingannya dengan tahun lalu pada periode yang sama?"

  • Cerita tentang Rata-rata
Seorang dosen statistik mendapati microwave di rumahnya rusak dan terus menerus meningkat suhunya. 'Wah ini harus segera dimatikan agar tidak semakin panas', katanya dalam hati. Akan tetapi, celaka, ternyata tombol power microwave sudah ikut memanas sehingga tangannya tidak tahan untuk mematikannya.
Tiba-tiba dosen tersebut mempunyai ide brillyan, menarik mesin pendingin di dekatnya dan mulai menyusun rencana. 'Tangan kananku memegang tombol power microwave yang panas, dan tangan kiriku masuk ke mesin pendingin, dengan demikian, secara rata-rata aku akan baik-baik saja!'

  • Tips Kesehatan ala Statistik
Statistik telah membuktikan! Tahukah Anda, bahwa orang yang mengalami ulang tahun lebih banyak, secara statistik lebih panjang umur dari pada orang yang mengalami ulang tahun lebih sedikit!

  • Anekdot Statistikawan
Tiga orang profesor ahli purbakala tersesat di sebuah lembah yang curam, sepi dan mencekam. Ketika mereka sedang berdiskusi tentang cara keluar dari lembah tersebut. Satu dari mereka mempunyai ide untuk berteriak, karena gemanya akan terdengar berulang-ulang. Maka salah seorang di antara mereka berteriak sekuat tenanga:
"Halooo..., kami di mana?" dan teriakan itu bergema berulang-ulang sampai beberapa menit.
Akhirnya, setelah 15 menit menunggu terdengar jawaban:
"Halo...., kalian tersesat!"
Satu dari antara ahli purbakala tersebut berkata, "Itu pasti jawaban profesor statistik!" Kedua rekannya tertegun dan bertanya:
"Dari mana kamu tahu?"
"Ada tiga alasan", jawabnya. "Pertama, dia terlalu lama untuk menjawab; kedua, dia selalu benar; dan ketiga; jawabannya tidak berguna sama sekali!"

  • 2 - 3 = -1
Tiga orang profeor, dalam bidang psikolog, biologi dan statistik sedang santai sambil minum kopi di kantin kampus. Tepat di hadapan mereka, terdapat satu rumah kosong. Suatu saat, dua orang masuk ke dalam rumah tersebut, dan setelah sekitar setengah jam, keluarlah tiga orang dari dalam rumah tersebut. Profesor Psikologi berkata,

"Ah, rupanya persepsi saya tentang jumlah orang yang masuk ke rumah itu salah. Mungkin unconcious state saya yang lebih dominan"
"Ah, itu hanyalah proses biologi sederhana, adanya pertukaran enzim dalam lingkungan yang kondusif akan menciptakan spesies baru," sahut profesor biologi.
"Bicara apa kalian ini?" tukas profesor statistik. "Itu hanya penjumlahan sederhana yang sudah diajarkan di Sekolah Dasar. Jika nanti ada satu orang lagi masuk ke rumah itu, maka tidak ada orang di dalam rumah tersebut!"

  • Jin dan Statistikawan
Suatu ketika, seorang ahli statistik menemukan sebuah lampu ajaib. Ketika tanpa sengaja dia menggosoknya, maka keluarlah Jin yang langsung berkata,
"Hai....Tuan...saya akan memenuhi tiga permintaanmu. Akan tetapi, karena sebagai Tuan selalu menyatakan bahwa diri Anda sangat bermanfaat bagi orang lain, maka dua orang politikus di seberang jalan itu akan mendapatkan dua kali dari apa yang Tuan minta".
Statistikawan tersebut berpikir, bahwa tidak ada ruginya meskipun ada orang lain yang mendapatkan lebih, maka dia berkata'
"Saya minta sebuah mobil mewah!"
Dan segeralah sebuah mobil mewah tersedia di hadapannya. Akan tetapi, dua politikus yang kebetulan berada di seberang jalan juga mendapatkan masing-masing dua buah mobil mewah serupa.
"Permintaan kedua", kata statistikawan tersebut, "Aku minta uang Satu milyard!"
Segera sekantung uang semilyar ada di hadapannya. Statistikawan tersebut menoleh dan melihat bahwa dua politikus masing-masing mendapatkan 2 milyard. Lama-lama dia mulai gerah.
"Baiklah, ini permintan ketiga. Saya ingin mendonorkan satu mata saya kepada orang lain, agar saya lebih berguna bagi orang lain!"

  • Ahli Statistik Sok Tahu
Suatu saat, seorang ahli statistik mendapatkan bahwa bagian yang paling 'vital' darinya yaitu (maaf) telurnya yang sebelah kiri berubah warna menjadi biru. Segera dia menemui dokter, menceritakan permasalahannya dan berkata,
"Dok, berapa persen kemungkinan kelainan ini berakibat fatal?" tanyanya dengan mantap. Dokter menjawab,
"Maaf Pak, saya harus memeriksa dulu."
"Tidak usah. Langsung saja jawab pertanyaan saya!" jawab ahli statistik tersebut.
"Hmm, agak sulit tanpa memeriksa, akan tetapi kemungkinan pasien selamat dari gangguan seperti ini hanya 1 banding 10, artinya 9 pasien akan mengalami akibat yang lebih parah!"
"Baiklah, kalau begitu, segera ambil saja!" Meskipun dokter tersebut membantah, tapi ahli statistik tersebut menerangkan teori probabilitas dengan rumit sehingga akhirnya dokter tersebut menuruti kemauannya.

Sekitar dua minggu kemudian, ahli statistik menemui dokter itu lagi dan berkata,
"Wah, dok, sepertinya sudah menular ke yang sebelah kanan karena sekarang juga berwarna biru. Segera ambil saja!" Dokter tersebut menolak, tapi ahli statistik tersebut malah menerangkan kembali teori probabilitas, sehingga akhirnya dokter tersebut menurut.

Dua minggu lagi, dokter tersebut disuruh mengambil kemaluan ahli statistik karena juga telah berwarna biru. Dokter tersebut kembali menuruti perintah.

Sekitar sebulan kemudian ahli statistik kembali datang dan menunjukkan paha kirinya yang juga berubah menjadi biru. Si ahli statistik menyerah dan meminta dokter untuk memeriksanya.
"Well.. sepertinya ini tidak terlalu bermasalah", kata dokter setelah memeriksa. "Ternyata hanya celana jeans Anda saja yang luntur!"

  • Diasumsikan
Suatu saat, tiga orang profesor, profesor fisika, profesor kimia dan profesor statistik terdampar di sebuah pulau terpencil ketika sedang melakukan perjalanan untuk sebuah penelitian. Ketika mereka telah kelaparan, mereka menemukan sebuah kaleng berisi makanan, akan tetapi malangnya, mereka tidak bisa membuka kaleng tersebut.
"Begini saja", kata profesor fisika, "kita dapat menggunakan gaya yang tinggi untuk menekan kaleng itu, sehingga kaleng tersebut tidak mampu menahan gaya dan akan terbuka!"
"Tidak bisa", sahut profesor kimia, "kita panaskan saja kaleng itu, sehingga panas dalam kaleng akan meningkat selaras hukum termodinamika dan akan mendorong isi kaleng tersebut keluar!"
"Ah, saya punya cara yang lebih bagus!" kata profesor statistik, "Pertama, KITA ASUMSIKAN BAHWA KITA PUNYA ALAT PEMBUKA KALENG........"

  • Pencitraan
Suatu saat, kondisi perekonomian sedang mengalami saat-saat terburuk dan keresahan masyarakat mulai muncul. Presiden mengumpulkan segenap stafnya dan mencari solusi yang paling tepat. Salah satu menterinya memberikan masukan,
"Kita minta bantuan ahli statistik saja Pak. Mereka paling jago untuk menciptakan kesan baik di tengah-tengah keburukan ekonomi seperti ini!"

  • Statistikawan dan Surga
Alkisah, tiga orang sedang mengantri di akhirat, yaitu politikus, pengacara dan statistikawan. Malaikat penjaga surga melihat catatan dan segera menyuruh politikus masuk ke surga. Berikutnya, malaikat tersebut juga membuka pintu surga bagi pengacara. Ketika melihat statistikawan, malaikat menutup pintu surga dan membuka pintu neraka.

Spontan, ahli statistik protes kepada malaikat. Malaikat yang sabar membuka catatan dan berkata,
"Maaf, politikus tadi telah membuat banyak kebijakan yang mensejahterakan rakyat. Demikian juga dengan pengacara tadi yang telah membela orang yang tidak bersalah. Akan tetapi, selama hidupmu di dunia, kamu hanya melakukan perhitungan saja, dan tidak pernah membuat kesimpulan, apalagi berbuat sesuatu!"


Bagaimana kawand... sudah puas ? ada yang senyum-senyum sendiri bacanya? ada yang ngakak ?
haha... Terimakasih sudah mampir.
Semoga anda semua terhibur...
Demikian.
Have FUN.
15 Komentar untuk "Cerita lucu dibalik kata statistik, humor untuk anak statistik"

fighting oppa .. lanjutkan giatmu .

tp untuk "Probabilitas Cerai" ... -_-

lumayan bikin ane senyum senyum gan...idenya mantep juga nih

anjir ketawa ngakak baca nya, bener bener lucu banget ini mah wkwk :D

wkkwkw,,, waaah bahaya nih, "Probabilitas Cerai" jadi sorotan... :D

haha.... Thanks gan sudah mampir di postingan Cerita lucu Statistik.. :)

haha,,, selamat menikmati aja gan :D

This comment has been removed by the author. - Hapus

Lucu lucu baaah ,hh ,

Tapi biasa aja.

Silahkan tinggalkan komentar, kritik, maupun saran dari sobat blogger tentang apa yang sobat rasakan setelah mengunjungi blog ini.

Back To Top