Mengenal SAS sebagai Software Analisis Data Powerfull, Ini Penjelasannya

Portal-Statistik | Selamat siang sobat blogger, nah mengawali postingan saya tentang perkenalan aplikasi statistik SAS yang tidak kalah popularitas dan kemampuannya dalam hal analisis data, saya ingin bercerita sedikit kenapa saya sampai menulis hal ini, hehe...

Kebetulan, liburan semester ganjil ini Jurusan Statistika Universitas Islam Indonesia angkatan 2012 sedang menjalankan masa Kerja Praktek / Magang di perusahaan atau instansi yang membutuhkan tenaga dibidang statistik guna pengembangan pendidikan dan pengenalan dunia kerja bagi mahasiswa. Kebetulan saya sendiri alhamdulillah diterima Magang di PT. SAS Institute Indonesia yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Sampoerna Strategic Square, South Tower 19th Floor, Jakarta 12930 Indonesia.


Masih sangat banyak orang yang belum mengenal Software SAS ini khususnya di Indonesia, padahal diluar sana software ini sangat menguasa, ini dilihat dari banyaknya pertanyaan yang berulang-ulang yang saya terima.
x : Kamu Kerja Praktek Dimana ?
y : Di Jakarta.
x : Di apa ?
y : Di SAS
x : SAS itu apa ?
y : mmm...
Kira-kira pertanyaan seperti itu yang hampir setiap hari saya ladeni, dan terus menerus berulang.?
Capek kannnn? :D

Oleh karena itu,saya memutuskan untuk membuat postingan ini.

Apa itu SAS ?
 SAS adalah sebuah aplikasi atau software analisis data yang dikembangkan oleh SAS Institute untuk analisis pengembangan, intelijen bisnis, manajemen data, dan analisis prediktif. Sama seperti software lain yang mungkin pernah anda dengar yaitu SPSS, Minitab, R, Matlab dan lain sebagainya.

SAS merupakan pemegang pangsa pasar terbesar dalam analisis pengembangan dengan 36,2 persen dari pasar pada 2012. Ini adalah pemegang pangsa pasar terbesar kelima untuk perangkat lunak Business Intelligence dengan pangsa 6,9% dan vendor independen terbesar. Bersaing di pasar Business Intelligence terhadap konglomerat, seperti SAP BusinessObjects, IBM Cognos, SPSS Modeler, Oracle Hyperion, dan Microsoft BI. SAS telah disebutkan dalam Quadrant Pemimpin Gartner untuk Integrasi Data Tools dan Business Intelligence dan Platform Analytical. SAS diberi posisi terkuat dari semua vendor dievaluasi dalam Forrester Wave Big Data Predictive Analytics Solutions. SAS digunakan di lebih dari 65.000 lokasi di lebih dari 135 negara, termasuk 90 dari 100 perusahaan pada daftar Fortune Global 500

 SAS dikembangkan di North Carolina State University dari tahun 1966 hingga tahun 1976, ketika SAS Institute didirikan. SAS dikembangkan lebih lanjut di tahun 1980 dan 1990 dengan penambahan prosedur statistik baru, komponen tambahan dan pengenalan JMP. Sebuah antarmuka point-and-click telah ditambahkan di versi 9 pada tahun 2004. Sebuah produk analisis media sosial telah ditambahkan di tahun 2010.

Komponen-Komponen SAS:Base SAS -  Prosedur dasar dan manajemen data
SAS / STAT - Analisis statistik
SAS / GRAPH - Grafik dan presentasi
SAS / OR - Operation research
SAS / ETS - Ekonometrika dan Analisis Time Series
SAS / IML - Interaktif bahasa matriks
SAS / AF - Fasilitas Aplikasi
SAS / QC - Kualitas kontrol
SAS / INSIGHT - Data mining
SAS / PH - analisis percobaan klinis
Enterprise Miner - data mining

Perbedaan SAS dengan Aplikasi Statistik Lainnya

SAS berbeda dengan aplikasi statistik lainnya dalam banyak hal.
  1. SAS tidak dijual sebagai paket program seperti misalnya program aplikasi statistika lainnya, melainkan disediakan dalam bentuk lisensi. 
  2.  SAS memiliki bahasa pemrograman sendiri, oleh karenanya penggunaan SAS memerlukan keterampilan pemrograman dengan menggunakan bahasa SAS. Meskipun SAS versi-versi terakhir telah berbasis Windows, jangan pernah membayangkan bahwa SAS dapat digunakan cukup dengan menunjuk dan mengklik ikon sebagaimana penggunaan program aplikasi berbasis Windows pada umumnya. Hal ini memungkinkan SAS mempunyai kelebihan dari pada program aplikasi sejenis lain.
  3. Dalam SAS, pengguna menuliskan perintah untuk dikerjakan oleh SAS/STAT, sedangkan dalam program aplikasi sejenis lainnya pengguna harus tunduk pada ikon yang disediakan di layar. Hal ini memungkinkan penggunaan SAS/STAT dapat diseasuikan dengan kebutuhan pengguna.
  4. Kelemahannya adalah, tentu saja, pengguna harus belajar menggunakan bahasa pemrograman SAS.
Di Indonesia, SAS sudah dipasarkan lebih dari 10 tahun lalu. Awalnya software ini digunakan oleh Citibank, tetapi sekarang juga dipakai oleh kalangan komersial, pemerintahan, sektor publik, telekomunikasi, dan ritel.

Kini Universitas Islam Indonesia, jurusan statistika dan fakultas Ekonomi sudah berlangganan dengan software SAS.

Salah satu produk SAS adalah Sentiment Analysis yang bisa melakukan analisis berdasarkan teks, yang diambil dari kicauan Twitter atau status Facebook.

Semoga dapat berguna bagi pembaca.
Terimakasih atas kunjungan anda.
Have FUN.
0 Komentar untuk "Mengenal SAS sebagai Software Analisis Data Powerfull, Ini Penjelasannya"

Silahkan tinggalkan komentar, kritik, maupun saran dari sobat blogger tentang apa yang sobat rasakan setelah mengunjungi blog ini.

Back To Top